Senin, 19 Januari 2015

Tips Mengobati Suara Serak Secara Alami dengan Jeruk Nipis

Suara serak biasanya disebabkan oleh lender yang lebih kental dari kebiasaan. Dan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa semua lendir dapat dilarutkan dengan jeruk nipis. Untuk itu mari kita coba tips berikut ini:   
Bahan - bahan :
1. Jeruk nipis
2. Kecap manis

Alat – alat:
1. mangkok kecil
2. pisau kecil yang tajam
3. alat perasan jeruk, agar tidak bercampur dengan kulitnya

Caranya :

1. Belahlah jeruk nipis menjadi dua bagian dengan menggunakan pisau kecil dan tajam, agar terbelah sempurna.

2. Peraslah jeruk nipis dengan perasan jeruk dan tuangkan hasil perasan ke dalam mangkuk kecil.

3. Tambahkan Beberapa tetes kecap manis kemudian aduk sampai rata.
4. Cicipi terlebih dahulu, jika masih terlalu asam bisa ditambahkan lagi kecap manisnya
5. Ramuan ini diminum 3 kali sehari dengan takaran satu sendok makan. 

 Ramuan ini sebenarnya sudah menjadi ramuan rahasia tradisional jawa sejak dulu kala. Maka perlu sekali, kita sebagai generasi muda mengenalnya lebih dalam, dan yang tak kalah penting, adalah kita bisa back to nature. Karena ramuan alami ini tidak menimbulkan efek samping yang menghawatirkan. Meskipun dikonsumsi dalam rentang waktu yang lama. 

Sabtu, 17 Januari 2015

Perbedaan Jeruk Lemon, Nipis, Limau dan Purut


Mungkin kita sering salah persepsi tentang jeruk lemon, nipis, limau dan purut, karena sekilas cita rasa dan manfaatnya yang sangat serupa. Keempatnya termasuk jenis jeruk kecut yang sering digunakan dalam aneka hidangan baik makanan maupun minuman. Lalu, gimana cara membedakannya?

Jeruk Lemon


Jeruk lemon mempunyai warna kuning cerah, tekstur kulitnya lembut, bentuk buahnya lonjong dengan bagian ujung meruncing. Bulir-bulirnya berwarna kuning muda dan mempunyai banyak air. Pohonnya bisa mencapai 30 meter. Cita rasanya asam, segar dengan sedikit manis dan kecut. Jeruk lemon mengandung 5% asam sitrat, kaya vitamin, vitamin B, riboflavin, kalsium, magnesium, fosfor, protein dan karbohidrat. Karena mempunyai khasiat aromatik yang cukup kuat, biasanya jeruk lemon diambil airnya untuk bahan penyedap dalam aneka makanan dan minuman. Mulai dari memberi cita rasa pada kue, daging ayam, salad, jus, aneka minuman, ataupun sebagai hiasan untuk mempercantik hidangan. Kini sedang populer mencampur lemon dengan air putih untuk mendapatkan berbagai kebaikan dan manfaat lemon. 

Jeruk Nipis

Jeruk nipis berwarna hijau, terkadang ada juga yang berwarna hijau kekuningan. Bentuk buahnya bulat, tekstur kulitnya halus. Bulir-bulirnya berwarna kuning kehijauan cerah, mempunyai kandungan air yang banyak. Pohonnya mencapai tinggi 6.5 - 13 meter. Cita rasanya cenderung asam, sedikit pahit dan mempunyai sensasi rasa dingin. Jeruk nipis mengandung protein, flavonoid, kalsium, fosfor, zat besi, asam sitrat, vitamin C, vitamin A dan vitamin B1. Selain itu jeruk nipis juga mengandung minyak atsiri jenis limonene dan lonalool, sehingga tak jarang jeruk nipis dijadikan bahan membuat aroma terapi. Jeruk nipis digunakan untuk penyedap masakan, memberi rasa segar dan dingin alami, obat-obatan tradisional, mengempukan daging hingga membersihkan karat pada logam. 

Jeruk Limau


Jeruk limau, jeruk lemo atau jeruk limo, warna kulitnya hijau tua, ukuran buahnya lebih kecil daripada jeruk lemon dan nipis. Tekstur kulit buahnya agak kasar, tidak halus seperti jeruk lemon dan jeruk nipis. Buah jeruk limau mempunyai diameter tak lebih dari 2.5 cm atau hanya setengah dari diameter buah jeruk nipis. Bulir-bulirnya cenderung kecil, berwarna hijau muda, dan mempunyai biji buah yang cukup banyak. Kandungan jeruk limau hampir mirip jeruk nipis, jeruk limau juga mempunyai minyak atsiri limonene yang sering digunakan sebagai bahan utama membuat aroma terapi hingga mengatasi bau tak sedap. Cita rasa jeruk limau cenderung lebih asam dan kecut namun mempunyai aroma yang segar. Buah ini pernah sangat populer di Inggris dan beberapa negara lainnya karena dapat mengobati penyakit kulit. Di Indonesia sendiri jeruk limau biasa digunakan dalam campuran sambal, bahan penyedap masakan, mencerahkan kulit wajah hingga mencegah diabetes.

Jeruk Purut 


Jeruk purut mempunyai tekstur kulit yang kasar, bergelombang dan keriput. Pohonnya berukuran kecil dengan ranting berduri. Bulir-bulirnya berwarna hijau muda kekuningan. Bijinya tidak sebanyak jeruk limau. Jeruk purut juga mempunyai kandungan yang mirip dengan jeruk nipis dan jeruk limau. Jeruk purut mempunyai minyak atsiri jenis citronelal yang mirip dengan minyak atsiri pada serai. Cita rasanya sangat asam namun aromanya sangat wangi dan segar. Biasanya jeruk purut digunakan untuk menghilangkan bau amis pada daging dan ikan, mencegah rasa mual, dijadikan bumbu pelengkap dan pengharum dalam aneka masakan seperti gado-gado, sambal, pecel. 

Ternyata memang ada beberapa kemiripan dari empat jenis jeruk yang sering digunakan sebagai penyedap aneka hidangan ini. Khususnya di Indonesia yang menyukai cita rasa segar pada masakan tentu sudah sangat familiar dengan keempat jenis jeruk ini. Yang paling mudah dalam membedakan adalah dari segi tekstur buahnya. Jadi, sekarang Clovers tidak bingung lagi ya kalau membeli salah satu jenis jeruk ini di pasar. 

Jumat, 16 Januari 2015

JERUK NIPIS SUDAH TIDAK SEKECUT RASANYA, TAPI LEBIH MANIS DI BISNISNYA

Jeruk nipis yang telah populer di Indonesia sejak lama, dan yang punya nama latin Citrus Aurantifolia ini, banyak dikonsumsi untuk jamu, obat maupun menambah penyedap masakan.
Buah ini mempunyai rasa yang sangat asam serta pahit. tetapi mempunyai banyak kandungan vitamin dan mineral yang berguna untuk kesehatan badan, di antaranya asam sitrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, serta vitamin C.
Manfaat buah ini bagi kesehatan, juga banyak sekali, salah satunya untuk meredakan batuk serta melancarkan pencernaan. Selain untuk kesehatan, buah ini juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan tinta yang terkena kain pakaian, karena dapat melarutkan noda – noda bandel pada pakaian, tanpa memudarkan warnanya. Wedang jeruk nipis pun, memiliki citarasa minuman yang sangat menyegarkan dan menyehatkan. Apalagi bersanding dengan makanan – makanan berminyak, setidaknya mampu menjadi penawar kolesterol pada makanan – makanan penyetan yang gurih dan  berminyak.
Di banding jeruk manis, jeruk nipis memiliki kemampuan survival yang lebih kuat. Jika jeruk manis, memiliki masa puncak produksi selama 3 – 5 tahun, tetapi jeruk nipis lebih dari itu. Jeruk ini juga mampu berproduksi sepanjang tahun, tanpa memandang musim panen seperti jeruk manis pada umumnya, asalkan pengairan dan pemupukan dilakukan dengan rutin.
Dalam 5 tahun terakhir ini, harga jeruk nipis cukup stabil di kisaran 3 ribu sampai 15 ribu per kilonya. Dalam hitungan matematis, dengan harga paling minim, sebenarnya petani jeruk nipis sudah mampu mendapatkan keuntungan.
Dalam 1 bulan di lahan ½ hektar, Nuril seorang petani jeruk nipis telah sukses mampu mendapatkan keuntungan 15 – 20 juta per bulannya, dengan asumsi biaya perawatan 2 – 4 juta. Dengan menggunakan pupuk kandang dari peternak ayam pedaging dan petelur yang menjadi rahasia di balik meningkatkan produktivitas jeruk nipis ini. Tak ayal, banyak petani di desanya mencoba peruntungan di perkebunan jeruk nipis ini. Dengan perawatan yang bisa dikatakan cukup minim, dibandingkan tanaman – tanaman pertanian lainnya. Sekarang, bisa ditemukan berhektar – hektar perkebunan jeruk nipis yang menunggu panen.

Meski di tanah yang tidak begitu subur, jeruk ini mampu berproduksi dengan baik. Karena yang terpenting adalah pengairan, dan pemupukan.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes